Pushumas Kemenhut, Blora :
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan, Siti Nurbaya dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melakukan
Panen Raya Jagung hasil sistem pertanian terpadu (Integrated Farming System),
Sabtu (7/3) di petak 18A Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngliron Blora Kesatuan
Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngliron, KPH Randublatung Blora Divisi regional Perum
Perhutani Jawa Tengah. Panen raya juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah,
Ganjar Pranowo; Rektor UGM, Dwikorita; Dirut Perum Pehutani, Mustoha Iskandar
serta para pejabat terkait.
Panen raya jagung hasil
penerapan metode sistem pertanian terpadu ini diperkirakan dapat mencapai 7,6
ton/ha/ sekali panen. Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa hasil panenan itu
cukup besar dan jika dikembangkan pasti sangat mensejahterakan masyarakat
karena apabila jagung tersebut dijual dengan harga per kilo Rp 2.800, maka
petani bisa dapat puluhan juta rupiah setiap kali panen. Namun di Perhutani,
setiap hektar digarap 3-4 petani, setelah dibagi rata, per kepala keluarga
mendapatkan penghasilan sekitar Rp 1,3 juta per bulan, metode sistem pertanian
terpadu yang mengkombinasikan penanaman tanaman kehutanan dan pertanian dalam
satu areal (tumpangsari) ia yakini akan membantu mengoptimalkan pemanfaatan
lahan-lahan yang terbengkalai. Presiden juga mengatakan untuk mengatasi
keterbatasan lahan yang digarap petani, ia akan segera merealisaisikan
pembagian lahan satu juta hektar untuk pertanian dan perkebunan yang bisa saja
berasal dari lahan di kawasan hutan.
Selain melakukan panen
raya jagung, Presiden Jokowi juga meninjau Demonstration Plot (Demplot) uji
coba penanaman padi dibawah tegakan pohon jati dengan beberapa variasi jarak
tanam pohon jati. Demplot ini terletak di petak 27 A-1 RPH Ngliron yang
memiliki luas 8, 3 ha yang merupakan pangkuan dari LMDH Sido Dadi Mulyo. Padi
yang ditanam adalah jenis Situbagenit dan Inpago 5 yang ditanam dibawah tegakan
pohon jati dengan variasi jarak tanam 3x3 meter, 6x2 meter, dan 8x2 meter.
Upaya menguji cobakan
sistem pertanian terpadu antara Perhutani bekerjasama dengan Universitas Gadjah
Mada dan Pemprov Jawa Tengah adalah upaya penerapan multidisiplin ilmu dalam
optimlisasi pemanfaatan lahan dengan melibatkan peran para pihak dari pemerintah
pusat sampai daerah, perguruan tinggi, swasta dan masyarakat dalam mendukung
kelestarian hutan, kedaulatan pangan nasional serta kejahteraan masyarakat.
Keterangan Foto
Foto 1,2,3 : Presiden RI, Jokowi,
Menteri LH dan Kehutanan, Siti Nurbaya serta para pejabat terkait yang hadir
turut serta melakukan panen raya jagung di petak 18A Resort Pemangkuan Hutan
(RPH) Ngliron Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngliron, KPH Randublatung Divre
Jawa Tengah.
Foto 4 : Presiden Jokowi memberikan
keterangan pers terkait Panen Raya Jagung hasil sistem pertanian terpadu
(Integrated Farming System) Tumpang sari antara tanaman Jagung dan pohon Jati
di petak 18A Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngliron Kesatuan Pemangkuan Hutan
(BKPH) Ngliron, KPH Randublatung Divre Jawa Tengah.
Foto 5 : Presiden Jokowi didampingi para
Menteri dan pejabat terkait mendengarkan paparan dari peneliti UGM terkait
Demonstration Plot (Demplot) uji coba penanaman padi dibawah tegakan pohon jati
dengan beberapa variasi jarak tanam pohon jati di petak 27 A-1 RPH Ngliron.
Foto 6,7 : Areal pertanian terpadu
(Integrated Farming System) Tumpang sari antara tanaman Jagung dan pohon Jati
di petak 18A Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngliron Kesatuan Pemangkuan Hutan
(BKPH) Ngliron, KPH Randublatung Divre Jawa Tengah yang siap di panen oleh
Presiden Jokowi dan para pejabat terkait.
Foto 8 dan 9: Tampilan lanskap
Demonstration Plot (Demplot) uji coba penanaman padi dibawah tegakan pohon jati
dengan beberapa variasi jarak tanam pohon jati di petak 27 A-1 RPH Ngliron.
Uploaded by : Pushumas Kemenhut
Copied by : Muhammad Iqbal
Amri (13339) kelompok 4 golongan A2.1
Nilai-nilai berita yang ada pada artikel tersebut adalah :
BalasHapus1. Timelines
Berita tersebut termasuk baru karena pelaksanaan acara tersebut dilakukan pada tanggal 07 Maret 2015.
2. Proximity
Tulisan tersebut sangat dekat dengan petani karena pelaksanaan panen raya jagung yang menerapkan metode sistem pertanian terpadu. Sebab petani terlibat langsung.
3. Importance
Berita tersebut berkaitan dengan petani yang memanfaatkan pekarangan hutan di petak 18A Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngliron Blora Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngliron, KPH Randublatung Blora Divisi regional Perum Perhutani Jawa Tengah. Berita ini penting karena hutan bisa dimanfaatkan oleh petani.
4. Policy
Tulisan selaras dengan kebijakan pemerintah dalam penerapan sistem pertanian terpadu yang melibatkan berbagai bidang seperti pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan. Hasil panen raya jagung itu melibatkan sektor pertanian dan kehutanan.
5. Prominence
Berita berisi tentang panen raya jagung yang dihadiri orang penting/terkenal yaitu oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo; Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya; Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; dan Rektor UGM, Dwikorita.
6. Consequence
Adanya hasil yang baik dari penerapan sistem pertanian terpadu memberikan kebahagiaan atau kesenangan tersendiri oleh petani. Seperti hasil panen raya jagung di berita itu bahwa jagung yang dihasilkan mencapai 7,6 ton/hektar/sekali panen. Dan rata-rata penghasilan petani berkisar Rp 1.300.000,00.
7. Conflict
Namun ada sedikit masalah yaitu keterbatasan lahan yang digarap petani.
8. Development
Tulisan berisi tentang hasil panen jagung petani yang mencapai 7,6 ton/hektar/sekali panen. Sehingga berita tersebut menyampaikan keberhasilan pembangunan atau upaya metode sistem pertanian terpadu.
9. Human Interest
Karena berita ini dapat membuka pikiran atau kesadaran petani dan masyarakat bahwa untuk menjadikan Indonesia yang mandiri akan bahan pokok makanan dapat terwujud, salah satunya dengan cara menerapkan sistem pertanian terpadu.
Ratna Dwi Indriasari (13077)
Jumat (18 September 2015)